ANAK ALAM
Naskah AFRION
SETTING
PANGGUNG HUTAN BELANTARA
DI ANTARA
BATANG BATANG POHON YANG MENJULANG TINGGI, ANAK-ANAK REMAJA YANG MENYEBUT DIRI
MEREKA KELOMPOK “GEROBAK HUTAN”, DUDUK
BERBARIS DALAM SATU TEMPAT TERTENTU, MEMBELAKANGI PENONTON. SEBAHAGIAN DARI ANAK-ANAK
REMAJA ITU MEMBENTANGKAN TIKAR, ADA YANG MENYAPU MEMBERSIHKAN SAMPAH
BERSERAKAN, ADA YANG MEMACAK TIANG BENDERA, DAN ADA PULA YANG MENUMPUKKAN RANTING-RANTING
KAYU BAKARAN. BOS KELOMPOK BERDIRI DI SUDUT KIRI PANGGUNG (BOLEH JUGA DI SUDUT
KANAN PANGGUNG)
BOS
KELOMPOK BERTERIAK MEMANGGIL SI ATONG YANG SEDANG MENUMPUKKAN RANTING-RANTING KAYU
BAKARAN.
BOS
KELOMPOK
Heh…heh…heh…Tong..!
Tong..!, Atong….! bentar-bentar,….Bentar dulu.
SI ATONG
BERHENTI MENUMPUKKAN RANTING-RANTING KAYU BAKARAN
ATONG
Siap…,
Bos…!
BOS
KELOMPOK
Untuk apa
ranting-ranting kayu itu.
ATONG
Untuk
dib-bakar…, Bos.!
BOS
KELOMPOK
Gila kau,
Tong.
ATONG
Lho…!
Jadi kita gak pake masak-masak, Bos!
Gak pake
bakar-bakar ikan ato bakar-bakar ayam gitu, Bos.
BOS
KELOMPOK
Ya,
enggaklah, Tong….Tong. Kan kita bawa kompor
SI ENDOL
MENDEKATI SI ATONG, LALU MENGAMBIL BEBERAPA RANTING KAYU.
ENDOL
Apes
kaukan, Tong. Itulah jadinya kalo kerajinan, kerja gak pake nanyak-nanyak.
BOS KELOMPOK
Bahaya,
Tong. Bisa bahaya, kita bisa masuk penjara.
ENDOL
Bukan
hanya masuk penjara, Tong. Tapi bisa masuk kuburan.
ANAK-ANAK
REMAJA LAIN TERTAWA TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG – KARENA DITERTAWAI SI
ATONG TERSIPU MALU DAN KESAL.
ATONG
Maksudnya
apa seh…! Gak ngerti aku.
BOS
KELOMPOK
Disini
tanahnya tanah gambut, kalau kau bakar ranting kayu, maka apinya bisa merembet
kemana-mana. Hutan ini jadi gampang terbakar.
ENDOL
Kalau
hutan kau bakar, hanya ada dua pilihan. Kau masuk penjara atau kau masuk
kuburan karena ikut mati terbakar
ANAK-ANAK
REMAJA LAIN TERTAWA LAGI TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG
ATONG
Maksudnya
aku itu, kenapa bisa hutannya terbakar.
ENDOL
Karena
kau itu goblok dan tolol….enggak ngerti-ngerti dibilangin.
ANAK-ANAK
REMAJA LAIN TERTAWA TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG
BOS
KELOMPOK
Gambut –
Tong…! Disini ini tanahnya gambud..! Dilarang membakar ranting kayu – dilarang
membakar sampah atau lain-lainnya di sekitar lahan gambut, paham kau – Tong.
ATONG
Terus
kayunya mau diapakan ne.
BOS
KELOMPOK
Dol…!
Kayunya mau diapakan.
ENDOL
Buanglah,
Tong… buang..!
ATONG
Terus
kalo sudah dibuang.
ENDOL
Kalo
sudah dibuang, Tong? Ambil lagi..terus buang lagi…
Ambil
lagi buang lagi - ambil lagi buang lagi - Ha….ha..ha.ha…..
ANAK-ANAK
REMAJA LAIN TERTAWA LAGI TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG
BOS
KELOMPOK
Kayaknya
si Entong masih kebingungan dia, oh iya sebentar… biar aku jelaskan.
BOS
KELOMPOK MENGAMBIL SEBUAH BUKU DARI DALAM TAS.
Nah…! Ini
dia yang kumaksud tadi dengan tanah gambut. Dengar ya…Tong, kau dengar ini
penjelasannya.
BOS
KELOMPOK MEMBACA BUKU DENGAN SUARA YANG KERAS
Di bawah
tanah hutan gambut ini, tersimpan jutaan karbon yang merupakan akumulasi pembusukan vegetasi. Indonesia memiliki
hutan gambut yang sangat luas, sehingga dikatakan sebagai surga karbon terbesar
di dunia setelah Hutan Amazon.
Lahan gambut
sangat mudah terbakar dan sangat sulit dipadamkan. Karena api di lahan gambut
merambat sampai ke paling bawah permukaan. Akibatnya, ketika di satu titik api
berhasil dipadamkan, maka api lainnya akan muncul di titik-titik lainnya tanpa
diduga.
ENDOL
Udah
ngerti kau, Tong. Udah paham apa belom.
ATONG
Terserahmulah,
Dol.
ENDOL
Terus kau
gitu, Tong.
ATONG
Makasih
ya.
ENDOL
Makasih
apa
ATONG
Makasih
aja atas sapaan dan lecehannya.
ENDOL
Jadi kau
marah, Tong.
ATONG
Ingatlah
kau, Dol. Kapan kau tak butuh.
ENDOL
Jadi kau
benar-benar marah
ATONG
Capek
tau…! Kalo aku tau kejadiannya gini, mending tadi aku gak usah ikot.
ATONG
MEMBUANGI SEMUA RANTING-RANTING KAYU.
BOS
KELOMPOK BERDIRI PERSIS DI TENGAH, MENGARAHKAN ANAK-ANAK REMAJA LAIN UNTUK MENGAMBIL
POSISI SETENGAH MELINGKAR. SESUAI DENGAN KELOMPOKNYA MASING-MASING. POSISI
MENYAMPING DI KIRI DAN KANAN YAITU GEROBAK HUTAN SATU SEBELAH KIRI DAN GEROBAK
HUTAN DUA SEBELAH KANAN.
BOS
KELOMPOK
Sekarang
kalian semuanya ambil posisi melingkar. Sesuai dengan kelompoknya masing masing
ya. Gerobak Hutan Satu berada disebelah kiri dan Gerobak Hutan Dua sebelah
kanan. Ayo cepat… cepat…!
ANAK SATU
Bos..!
kapan kita latihan dramanya.
ANAK DUA
Ya… Bos.
Kok kita cuma duduk-duduk.
ANAK SATU
Kalo
memang gak latihan, aku mau permisi dulu, Bos.
ANAK DUA
Aku juga,
Bos. Mau ikot permisi.
ANAK SATU
DAN ANAK DUA BERDIRI DARI TEMPAT DUDUKNYA
BOS
KELOMPOK
Heh…! Mau
kemana kalian.
ANAK SATU
Anu Bos,
aku kebelet pipis
ANAK DUA
Aku juga
BOS
KELOMPOK
Kok bisa
sama sama kebelet, tipu aja kalian ya.
ANAK SATU
Sueeerr
Bos, aduh….! Udah gak tahan neh.
ANAK DUA
Aku juga,
Bos. Kayaknya udah mau brojol.
BOS KELOMPOK
Ya…udah,
pergilah…! Jangan jauh-jauh…jangan lama-lama ya.
ANAK SATU
Seepppp
Bos, permisi.
ANAK DUA
Oke Bos.
ANAK SATU
DAN ANAK DUA KELUAR SAMBIL MEMEGANGI PERUTNYA MASING MASING.
BOS
KELOMPOK
Sekarang
kita bagi dulu masing-masing ketua kelompoknya. Kau Endol sebagai ketua
kelompok Gerobak Hutan Satu dan kau Atong sebagai ketua kelompok Gerobak Hutan
Dua.
Masing-masing
ketua mengarahkan kelompoknya untuk membuat satu pertunjukan drama. Waktunya
sepuluh menit. Ayo cepat….. cepat…!
ENDOL
Bos…!
Gerobak Hutan Satu udah siap, Bos. Udah
siap main..!
BOS
KELOMPOK
Bagus…!
Mainkanlah biar aku lihat dari sini. Yang lainnya harap tenang, jangan ada yang
bersuara. Kau Tong…! Kalo mau diskusi jangan pake suara ya… harap semuanya
diam.
KELOMPOK
GEROBAK HUTAN SATU MEMBENTUK FORMASI PERTUNJUKAN
ENDOL
Sidang
Balada Su Marah untuk Gerobak Hutan Satu dinyatakan dibuka dan terbuka untuk
umum. Tok….tok…tok… Saudara pemohon sebelum saudara dipersilahkan menyampaikan
pokok-pokok persoalan, maka terlebih dahulu makamah perlu memberitahukan bahwa
apa yang saudara gugat harus berdasarkan apa yang saudara lihat, saudara alami,
dan saudara rasakan. Sekarang silahkan saudara menyampaikan apa-apa yang
menjadi gugatan.
SU MARAH
Ijinkanlah
saya Yang Mulia, menyampaikan perlakuan jaksa penuntut umum terhadap diri saya
yang masih anak anak ini….
ENDOL
Eh…!
Stop…stop…stop…ini bukan sidang anak anak… kita sedang mainkan sidang orang
dewasa. Jadi kata-kata anak-anaknya harap dibuang ya…
ATONG
Bos, gak
cocok itu bos…! Masak main dramanya pakek-pakek orang dewasa, mereka ini
semuanyakan masih anak-anak.
ENDOL
Eh…!
Namanya drama ecek-ecek, cemana kau ini.
BOS
KELOMPOK
Gak pa
pa, Tong…! Aggap aja kalian udah dewasa semua, ayo lanjutkan.
SU MARAH
Maafkan
saya Yang Mulia. Nama saya Su Marah -
menjadi tenaga kerja di rumah saya sendiri – tapi oleh suami saya dipaksa bekerja ke luar
negeri. Saya tidak mau Yang Mulia, saya tidak mau keluar negeri, tapi suami
saya malah memarahi saya.
ATONG
Bos,
drama itu gak etis, Bos. Masak ceritanya masalah suami istri…
ENDOL
Eh…!
Tong…! Kau itu ketua kelompok – bukan jaksa penuntut umum. Hakim Yang Mulia
mohon keberatan si Atong di tolak.
BOS
KELOMPOK
Iya Tong,
kau pun. Namanya main drama, lagi pula inikan dramanya ecek-ecek.
ATONG
Kau pun,
DOL…! Kok bisa jadi pembela pula.
ENDOL
Eh…! Aku
ketua kelompok ya… bukan mau jadi pembela.
ATONG
Tapi
jangan gitulah caranya, enak kali kelen.
BOS
KELOMPOK
Udah…
udah…. Jangan kalian pula yang bertengkar. Ayo Su Marah silahkan diteruskan.
SU MARAH
Hakim
Yang Mulia, saya mohon bebaskan saya dari segala tuntutan suami saya. Saya
tidak tahan Yang Mulia...saya tidak mau dipaksa-paksa. Sakit hati saya Yang
Mulia. Saya bisa jadi marah Yang Mulia. Saya bisa jadi benar-benar sangat marah,
sesuai dengan nama saya.. Su..Ma..Rah. Yang Mulia
BOS
KELOMPOK
Bagus Su
Marah.. teruskan..teruskan….
ANAK TIGA
Aku
protes, Dol…!
ENDOL
Protes
apa…!
ANAK TIGA
Pokoknya
aku protes.
ENDOL
Kau siapa
rupanya.
ANAK TIGA
Lho tapi
aku suaminya.
ENDOL
Oh iya….
Lupa aku. Tapi kau protesnya jangan sama aku la.
ANAK TIGA
Jadi aku
protesnya sama siapa.
ENDOL
Protes
sama hakim la.
ANAK TIGA
Hakimnya
siapa.
ENDOL
Hmm…. Ya
udah hakimnya si Bos aja.
Bos…!
Jadi hakim ya… ecek-eceknya.
BOS
KELOMPOK
Ya udah…
teruskan Su Marah.
ANAK TIGA
Aku mau
protes pak Hakim.
BOS
KELOMPOK
Protes
gak diterima, mana ada protes dipengadilan.. cemana kau ini. Yang protes itu
Pembela atau jaksa… Ya udah… teruskan Su Marah.
ANAK TIGA
Kalo gitu
peranku tukar ajalah… jadi pembela aja atau jadi jaksa.
BOS
KELOMPOK
Udah gila
kau kurasa ya… tadi jadi suami.. sekarang mau jadi pembela ato jaksa pula
Dol…!
Cemana ne anggota kau ini.
ENDOL
Hmm…..
Protes gak diterima. Gak ada lagi ganti ganti peran.
ANAK TIGA
Encenglah
aku kalo gitu.
ENDOL
Jangan
gitulah.
ANAK TIGA
Masak aku
mau protes gak boleh.
ENDOL
Ya
udahlah.. kau mau protes apa….proteslah kau…
ANAK TIGA
Yang
Mulia Hakim sidang pengadilan Yang Terhormat. Aku keberatan atas keterangan
terdakwa yang mempersalahkan diriku. Aku ini suami teladan lho …
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu…….gak
mungkin - gak mungkin.
ANAK TIGA
Apa
artinya aku pengangguran kalau istriku tidak bekerja.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu…….suami
sontoloyo itu namanya.
ANAK TIGA
Yang
Mulia… kok mereka ikut-ikutan protes…
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu……suami
macam apa kowe…
BOS
KELOMPOK
Tenang…
tenang… harap semuanya tenang.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Yang
Mulia…. Suami haruslah tetap suami… harus tanggungjawab.
BOS
KELOMPOK
Tenang…
tenang… harap semuanya tenang.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Yang
Mulia….tugas suami bekerja.. tugas istri mengatur rumah tangga
ANAK TIGA
Yang Mulia..
aku protes lagi Yang Mulia… aku protes keras.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu….
gak malu… jadi suami pengangguran.
SU MARAH
Hakim
Yang Mulia…. Perkenankan saya menggugat suami saya dengan gugatan hukuman
seumur hidup.
ANAK TIGA
Yang Mulia…
kok dia pula yang menghukum.. diakan terdakwa.
SU MARAH
Saya
kutuk suami saya jadi batu.
ANAK TIGA
Dol…! Ini
udah gak bener naskahnya…
ENDOL
Udah…!
Ikuti aja kemana alurnya, jangan banyak protes.
SU MARAH
Terima
kasih Yang Mulia, demikianlah gugatan saya, semoga yang Mulia mengabulkan
segala tuntutan saya.
BOS
KELOMPOK
Tuntutan
yang mana yang saudara maksudkan.
SU MARAH
Tuntutan
saya agar suami saya jadi batu.
BOS
KELOMPOK
Tuntutan
diterima, maka sekarang kau suami pemalas harus jadi batu.
ENDOL
He….!
Jadi batu kau… sekarang kau berdiri disitu sebagai batu.
ANAK TIGA
Lucu kali
naskahnya, masak aku dibuat jadi batu.
ANAK TIGA
BERDIRI JADI PATUNG BATU. MUNCUL ANAK SATU DAN DUA.
ANAK SATU
Eh… udah
mulai ya latihan dramanya…
ANAK DUA
Jadi kami
ini perannya jadi apa…Dol..!
ENDOL
Heh…!
Kalian berdua ikot jadi batu, kalian berdua berdiri disana cepat…
ANAK SATU
Masak
jadi batu, Dol.
ANAK DUA
Iya….
Masak jadi batu…! Kemarin-kemarinkan kami jadi banditnya.
ENDOL
Tidak
usah banyak cakap kelen, mau main drama gak…!
ANAK SATU
Capek la
kalo jadi batu, Dol.
ANAK DUA
Iya….Dol.
capek la.
ENDOL
Bos,
cemana orang ini, Bos. Bandel kali kutengok. Udah piginya lama kali, eh pulang
pulang kok mau jadi bandit.
BOS
KELOMPOK
Okelah….!
Sekarang coba kumpul ke tengah semua, buat lingkaran.
ANAK SATU
Syukur..
tak jadi batu
ANAK DUA
He…he….he….
berkat Doa mama.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu….
ANAK TIGA
Aku ikot
kumpul jugakan, Bos.
BOS
KELOMPOK
Iya..
semua kumpul.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN BERKUMPUL DI TENGAH MEMBENTUK LINGKARAN.
Sekarang,
sudah waktunya kita menjelajah hutan rimba raya ini – kita akan menyusuri hutan
sebelah utara kemudian memutar arah ke barat sampai ke puncak gunung Sibayak.
Semua barang-barang dan peralatan supaya dipegang masing-masing, jangan ada
yang ketinggalan. Ayo segera laksanakan… cepat….cepat…. cepat… selanjutnya bentuk
barisan.
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN MEMBENTUK BARISAN. ENDOL DAN ATONG MENGATUR BARISAN.
ENDOL
Semuanya…!
Siap gerak.
ATONG
Siap
gerak.
ENDOL
Semuanya…!
Hitung…!
SEMUA
ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Satu….dua….tiga….empat…lima….enam…..
(DAN
SETERUSNYA HITUNG SEJUMLAH PEMAIN)
SATU
PERSATU MELANGKAH KELUAR. BOS KELOMPOK TERAKHIR KELUAR.
LAMPU
PANGGUNG DIMATIKAN
PERUNJUKAN
PUN BERAKHIR.
Medan,
10 Oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar