Sabtu, 09 Januari 2016

PILIHAN NASKAH FTP 2016 JUDUL ANAK ALAM KARYA AFRION



ANAK ALAM
Naskah AFRION

SETTING PANGGUNG HUTAN BELANTARA
DI ANTARA BATANG BATANG POHON YANG MENJULANG TINGGI, ANAK-ANAK REMAJA YANG MENYEBUT DIRI MEREKA KELOMPOK “GEROBAK HUTAN”, DUDUK BERBARIS DALAM SATU TEMPAT TERTENTU, MEMBELAKANGI PENONTON. SEBAHAGIAN DARI ANAK-ANAK REMAJA ITU MEMBENTANGKAN TIKAR, ADA YANG MENYAPU MEMBERSIHKAN SAMPAH BERSERAKAN, ADA YANG MEMACAK TIANG BENDERA, DAN ADA PULA YANG MENUMPUKKAN RANTING-RANTING KAYU BAKARAN. BOS KELOMPOK BERDIRI DI SUDUT KIRI PANGGUNG (BOLEH JUGA DI SUDUT KANAN PANGGUNG) 

BOS KELOMPOK BERTERIAK MEMANGGIL SI ATONG YANG SEDANG MENUMPUKKAN RANTING-RANTING KAYU BAKARAN.

BOS KELOMPOK
Heh…heh…heh…Tong..! Tong..!, Atong….! bentar-bentar,….Bentar dulu.

SI ATONG BERHENTI MENUMPUKKAN RANTING-RANTING KAYU BAKARAN

ATONG
Siap…, Bos…!

BOS KELOMPOK
Untuk apa ranting-ranting kayu itu.

ATONG
Untuk dib-bakar…, Bos.!

BOS KELOMPOK
Gila kau, Tong.

ATONG
Lho…! Jadi kita gak pake masak-masak, Bos!
Gak pake bakar-bakar ikan ato bakar-bakar ayam gitu, Bos.

BOS KELOMPOK
Ya, enggaklah, Tong….Tong. Kan kita bawa kompor

SI ENDOL MENDEKATI SI ATONG, LALU MENGAMBIL BEBERAPA RANTING KAYU.

ENDOL
Apes kaukan, Tong. Itulah jadinya kalo kerajinan, kerja gak pake nanyak-nanyak.

BOS KELOMPOK
Bahaya, Tong. Bisa bahaya, kita bisa masuk penjara.

ENDOL
Bukan hanya masuk penjara, Tong. Tapi bisa masuk kuburan.

ANAK-ANAK REMAJA LAIN TERTAWA TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG – KARENA DITERTAWAI SI ATONG TERSIPU MALU DAN KESAL.

ATONG
Maksudnya apa seh…! Gak ngerti aku.

BOS KELOMPOK
Disini tanahnya tanah gambut, kalau kau bakar ranting kayu, maka apinya bisa merembet kemana-mana. Hutan ini jadi gampang terbakar.

ENDOL
Kalau hutan kau bakar, hanya ada dua pilihan. Kau masuk penjara atau kau masuk kuburan karena ikut mati terbakar

ANAK-ANAK REMAJA LAIN TERTAWA LAGI TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG

ATONG
Maksudnya aku itu, kenapa bisa hutannya terbakar.

ENDOL
Karena kau itu goblok dan tolol….enggak ngerti-ngerti dibilangin.

ANAK-ANAK REMAJA LAIN TERTAWA TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG

BOS KELOMPOK
Gambut – Tong…! Disini ini tanahnya gambud..! Dilarang membakar ranting kayu – dilarang membakar sampah atau lain-lainnya di sekitar lahan gambut, paham kau – Tong.

ATONG
Terus kayunya mau diapakan ne.

BOS KELOMPOK
Dol…! Kayunya mau diapakan.

ENDOL
Buanglah, Tong… buang..!

ATONG
Terus kalo sudah dibuang.

ENDOL
Kalo sudah dibuang, Tong? Ambil lagi..terus buang lagi…
Ambil lagi buang lagi - ambil lagi buang lagi - Ha….ha..ha.ha…..

ANAK-ANAK REMAJA LAIN TERTAWA LAGI TERBAHAK-BAHAK – MENERTAWAI SI ATONG

BOS KELOMPOK
Kayaknya si Entong masih kebingungan dia, oh iya sebentar… biar aku jelaskan.

BOS KELOMPOK MENGAMBIL SEBUAH BUKU DARI DALAM TAS.

Nah…! Ini dia yang kumaksud tadi dengan tanah gambut. Dengar ya…Tong, kau dengar ini penjelasannya.

BOS KELOMPOK MEMBACA BUKU DENGAN SUARA YANG KERAS
Di bawah tanah hutan gambut ini, tersimpan jutaan karbon yang merupakan  akumulasi pembusukan vegetasi. Indonesia memiliki hutan gambut yang sangat luas, sehingga dikatakan sebagai surga karbon terbesar di dunia setelah Hutan Amazon.
Lahan gambut sangat mudah terbakar dan sangat sulit dipadamkan. Karena api di lahan gambut merambat sampai ke paling bawah permukaan. Akibatnya, ketika di satu titik api berhasil dipadamkan, maka api lainnya akan muncul di titik-titik lainnya tanpa diduga.
ENDOL
Udah ngerti kau, Tong. Udah paham apa belom.

ATONG
Terserahmulah, Dol.

ENDOL
Terus kau gitu, Tong.

ATONG
Makasih ya.

ENDOL
Makasih apa

ATONG
Makasih aja atas sapaan dan lecehannya.

ENDOL
Jadi kau marah, Tong.

ATONG
Ingatlah kau, Dol. Kapan kau tak butuh.

ENDOL
Jadi kau benar-benar marah

ATONG
Capek tau…! Kalo aku tau kejadiannya gini, mending tadi aku gak usah ikot.

ATONG MEMBUANGI SEMUA RANTING-RANTING KAYU.
BOS KELOMPOK BERDIRI PERSIS DI TENGAH, MENGARAHKAN ANAK-ANAK REMAJA LAIN UNTUK MENGAMBIL POSISI SETENGAH MELINGKAR. SESUAI DENGAN KELOMPOKNYA MASING-MASING. POSISI MENYAMPING DI KIRI DAN KANAN YAITU GEROBAK HUTAN SATU SEBELAH KIRI DAN GEROBAK HUTAN DUA SEBELAH KANAN.

BOS KELOMPOK
Sekarang kalian semuanya ambil posisi melingkar. Sesuai dengan kelompoknya masing masing ya. Gerobak Hutan Satu berada disebelah kiri dan Gerobak Hutan Dua sebelah kanan. Ayo cepat… cepat…!

ANAK SATU
Bos..! kapan kita latihan dramanya.

ANAK DUA
Ya… Bos. Kok kita cuma duduk-duduk.

ANAK SATU
Kalo memang gak latihan, aku mau permisi dulu, Bos.

ANAK DUA
Aku juga, Bos. Mau ikot permisi.

ANAK SATU DAN ANAK DUA BERDIRI DARI TEMPAT DUDUKNYA

BOS KELOMPOK
Heh…! Mau kemana kalian.

ANAK SATU
Anu Bos, aku kebelet pipis

ANAK DUA
Aku juga

BOS KELOMPOK
Kok bisa sama sama kebelet, tipu aja kalian ya.

ANAK SATU
Sueeerr Bos, aduh….! Udah gak tahan neh.

ANAK DUA
Aku juga, Bos. Kayaknya udah mau brojol.

BOS KELOMPOK
Ya…udah, pergilah…! Jangan jauh-jauh…jangan lama-lama ya.

ANAK SATU
Seepppp Bos, permisi.


ANAK DUA
Oke Bos.

ANAK SATU DAN ANAK DUA KELUAR SAMBIL MEMEGANGI PERUTNYA MASING MASING.

BOS KELOMPOK
Sekarang kita bagi dulu masing-masing ketua kelompoknya. Kau Endol sebagai ketua kelompok Gerobak Hutan Satu dan kau Atong sebagai ketua kelompok Gerobak Hutan Dua.
Masing-masing ketua mengarahkan kelompoknya untuk membuat satu pertunjukan drama. Waktunya sepuluh menit. Ayo cepat….. cepat…!

ENDOL
Bos…! Gerobak Hutan Satu  udah siap, Bos. Udah siap main..!

BOS KELOMPOK
Bagus…! Mainkanlah biar aku lihat dari sini. Yang lainnya harap tenang, jangan ada yang bersuara. Kau Tong…! Kalo mau diskusi jangan pake suara ya… harap semuanya diam.

KELOMPOK GEROBAK HUTAN SATU MEMBENTUK FORMASI PERTUNJUKAN

ENDOL
Sidang Balada Su Marah untuk Gerobak Hutan Satu dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. Tok….tok…tok… Saudara pemohon sebelum saudara dipersilahkan menyampaikan pokok-pokok persoalan, maka terlebih dahulu makamah perlu memberitahukan bahwa apa yang saudara gugat harus berdasarkan apa yang saudara lihat, saudara alami, dan saudara rasakan. Sekarang silahkan saudara menyampaikan apa-apa yang menjadi gugatan.

SU MARAH
Ijinkanlah saya Yang Mulia, menyampaikan perlakuan jaksa penuntut umum terhadap diri saya yang masih anak anak ini….

ENDOL
Eh…! Stop…stop…stop…ini bukan sidang anak anak… kita sedang mainkan sidang orang dewasa. Jadi kata-kata anak-anaknya harap dibuang ya…

ATONG
Bos, gak cocok itu bos…! Masak main dramanya pakek-pakek orang dewasa, mereka ini semuanyakan masih anak-anak.

ENDOL
Eh…! Namanya drama ecek-ecek, cemana kau ini.

BOS KELOMPOK
Gak pa pa, Tong…! Aggap aja kalian udah dewasa semua, ayo lanjutkan.

SU MARAH
Maafkan saya Yang Mulia. Nama saya Su Marah -  menjadi tenaga kerja di rumah saya sendiri –  tapi oleh suami saya dipaksa bekerja ke luar negeri. Saya tidak mau Yang Mulia, saya tidak mau keluar negeri, tapi suami saya malah memarahi saya.
ATONG
Bos, drama itu gak etis, Bos. Masak ceritanya masalah suami istri…

ENDOL
Eh…! Tong…! Kau itu ketua kelompok – bukan jaksa penuntut umum. Hakim Yang Mulia mohon keberatan si Atong di tolak.

BOS KELOMPOK
Iya Tong, kau pun. Namanya main drama, lagi pula inikan dramanya ecek-ecek.

ATONG
Kau pun, DOL…! Kok bisa jadi pembela pula.

ENDOL
Eh…! Aku ketua kelompok ya… bukan mau jadi pembela.

ATONG
Tapi jangan gitulah caranya, enak kali kelen.

BOS KELOMPOK
Udah… udah…. Jangan kalian pula yang bertengkar. Ayo Su Marah silahkan diteruskan.

SU MARAH
Hakim Yang Mulia, saya mohon bebaskan saya dari segala tuntutan suami saya. Saya tidak tahan Yang Mulia...saya tidak mau dipaksa-paksa. Sakit hati saya Yang Mulia. Saya bisa jadi marah Yang Mulia. Saya bisa jadi benar-benar sangat marah, sesuai dengan nama saya.. Su..Ma..Rah. Yang Mulia

BOS KELOMPOK
Bagus Su Marah.. teruskan..teruskan….

ANAK TIGA
Aku protes, Dol…!

ENDOL
Protes apa…!

ANAK TIGA
Pokoknya aku protes.

ENDOL
Kau siapa rupanya.

ANAK TIGA
Lho tapi aku suaminya.

ENDOL
Oh iya…. Lupa aku. Tapi kau protesnya jangan sama aku la.

ANAK TIGA
Jadi aku protesnya sama siapa.

ENDOL
Protes sama hakim la.

ANAK TIGA
Hakimnya siapa.

ENDOL
Hmm…. Ya udah hakimnya si Bos aja.
Bos…! Jadi hakim ya… ecek-eceknya.

BOS KELOMPOK
Ya udah… teruskan Su Marah.

ANAK TIGA
Aku mau protes pak Hakim.

BOS KELOMPOK
Protes gak diterima, mana ada protes dipengadilan.. cemana kau ini. Yang protes itu Pembela atau jaksa… Ya udah… teruskan Su Marah.

ANAK TIGA
Kalo gitu peranku tukar ajalah… jadi pembela aja atau jadi jaksa.

BOS KELOMPOK
Udah gila kau kurasa ya… tadi jadi suami.. sekarang mau jadi pembela ato jaksa pula
Dol…! Cemana ne anggota kau ini.

ENDOL
Hmm….. Protes gak diterima. Gak ada lagi ganti ganti peran.

ANAK TIGA
Encenglah aku kalo gitu.

ENDOL
Jangan gitulah.

ANAK TIGA
Masak aku mau protes gak boleh.

ENDOL
Ya udahlah.. kau mau protes apa….proteslah kau…

ANAK TIGA
Yang Mulia Hakim sidang pengadilan Yang Terhormat. Aku keberatan atas keterangan terdakwa yang mempersalahkan diriku. Aku ini suami teladan lho …

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu…….gak mungkin - gak mungkin.

ANAK TIGA
Apa artinya aku pengangguran kalau istriku tidak bekerja.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu…….suami sontoloyo itu namanya.

ANAK TIGA
Yang Mulia… kok mereka ikut-ikutan protes…

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu……suami macam apa kowe…

BOS KELOMPOK
Tenang… tenang… harap semuanya tenang.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Yang Mulia…. Suami haruslah tetap suami… harus tanggungjawab.

BOS KELOMPOK
Tenang… tenang… harap semuanya tenang.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Yang Mulia….tugas suami bekerja.. tugas istri mengatur rumah tangga

ANAK TIGA
Yang Mulia.. aku protes lagi Yang Mulia… aku protes keras.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu…. gak malu… jadi suami pengangguran.

SU MARAH
Hakim Yang Mulia…. Perkenankan saya menggugat suami saya dengan gugatan hukuman seumur hidup.

ANAK TIGA
Yang Mulia… kok dia pula yang menghukum.. diakan terdakwa.

SU MARAH
Saya kutuk suami saya jadi batu.

ANAK TIGA
Dol…! Ini udah gak bener naskahnya…

ENDOL
Udah…! Ikuti aja kemana alurnya, jangan banyak protes.

SU MARAH
Terima kasih Yang Mulia, demikianlah gugatan saya, semoga yang Mulia mengabulkan segala tuntutan saya.

BOS KELOMPOK
Tuntutan yang mana yang saudara maksudkan.

SU MARAH
Tuntutan saya agar suami saya jadi batu.

BOS KELOMPOK
Tuntutan diterima, maka sekarang kau suami pemalas harus jadi batu.

ENDOL
He….! Jadi batu kau… sekarang kau berdiri disitu sebagai batu.

ANAK TIGA
Lucu kali naskahnya, masak aku dibuat jadi batu.

ANAK TIGA BERDIRI JADI PATUNG BATU. MUNCUL ANAK SATU DAN DUA.

ANAK SATU
Eh… udah mulai ya latihan dramanya…

ANAK DUA
Jadi kami ini perannya jadi apa…Dol..!

ENDOL
Heh…! Kalian berdua ikot jadi batu, kalian berdua berdiri disana cepat…

ANAK SATU
Masak jadi batu, Dol.

ANAK DUA
Iya…. Masak jadi batu…! Kemarin-kemarinkan kami jadi banditnya.

ENDOL
Tidak usah banyak cakap kelen, mau main drama gak…!

ANAK SATU
Capek la kalo jadi batu, Dol.

ANAK DUA
Iya….Dol. capek la.

ENDOL
Bos, cemana orang ini, Bos. Bandel kali kutengok. Udah piginya lama kali, eh pulang pulang kok mau jadi bandit.

BOS KELOMPOK
Okelah….! Sekarang coba kumpul ke tengah semua, buat lingkaran.

ANAK SATU
Syukur.. tak jadi batu

ANAK DUA
He…he….he…. berkat Doa mama.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Huuuu….huu….

ANAK TIGA
Aku ikot kumpul jugakan, Bos.

BOS KELOMPOK
Iya.. semua kumpul.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN BERKUMPUL DI TENGAH MEMBENTUK LINGKARAN.

Sekarang, sudah waktunya kita menjelajah hutan rimba raya ini – kita akan menyusuri hutan sebelah utara kemudian memutar arah ke barat sampai ke puncak gunung Sibayak. Semua barang-barang dan peralatan supaya dipegang masing-masing, jangan ada yang ketinggalan. Ayo segera laksanakan… cepat….cepat…. cepat… selanjutnya bentuk barisan.

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN MEMBENTUK BARISAN. ENDOL DAN ATONG MENGATUR BARISAN.

ENDOL
Semuanya…! Siap gerak.

ATONG
Siap gerak.

ENDOL
Semuanya…! Hitung…!

SEMUA ANGGOTA GEROBAK HUTAN
Satu….dua….tiga….empat…lima….enam…..
(DAN SETERUSNYA HITUNG SEJUMLAH PEMAIN)
SATU PERSATU MELANGKAH KELUAR. BOS KELOMPOK TERAKHIR KELUAR.

LAMPU PANGGUNG DIMATIKAN
PERUNJUKAN PUN BERAKHIR.



Medan, 10 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar